Rabu, 02 November 2016

Bumbleebee vs Storm Trooper Terjadi Depan Kempinski

Bumblebee vs Storm Trooper
Terjadi Depan Kempinski
Restu Setio
Kamis, 3 November 2016

Dua buah karakter robot film terkenal dunia sudah bersiap memperlihatkan keunikkan replika robot tersebut dekat Bundaran Hotel Indonesia pada pagi buta sekitar seminggu yang lalu. Bundaran Hotel Indonesia tampak ramai. Pedagang makanan dan pedagang barang sudah buka.
Sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH. Thamrin ditutup hanya untuk kendaraan, setiap minggu jalanan itu bebas dari kendaraan dan banyak sekali orang-orang yang hendak memanfaatkan Car Free Day ini untuk berolahraga atau hanya sekadar berkumpul dengan teman. Barisan pedagang makanan dan pedagang barang seperti pakaian atau alat-alat sudah berada pada pinggir trotoar jalan menunggu pembeli. Cuaca mendung yang diselimuti awan cukup gelap sekilas menimbulkan firasat akan turunnya  hujan.
Ibu Kota Indonesia, Jakarta memang dikenal dengan pusat industri, banyak sekali gedung-gedung yang menjulang tinggi ke langit. Bukan Jakarta namanya kalau orang-orang datang tidak untuk bekerja, apapun bisa dilakukan selagi kreatif dan muncul inovasi baru.
Pada pagi hari 23 Oktober 2016, di antara banyaknya orang-orang yang berjalan dan banyaknya tampilan-tampilan yang unik. Ada tiga anak muda yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan, mereka membawa tas berwarna hitam cukup besar berisikan potongan replika robot dan satu plastik transparan berisi replika robot yang akan disewakan dan juga tak lupa satu bangku. Mereka akan melakukan kegiatan atau aktifitas untuk beberapa jam kemudian yang berhubungan dengan mengenakan kostum dan mencoba menjadi serupa dengan tokoh sebuah karakter film.
Herlita Prilia, satu-satunya perempuan dari dua laki-laki di depannya yang sudah mengenakan kostum robot. Herlita tidak ikut mengenakan kostum karakter robot. Herlita boleh dibilang yang mengkordinir kedua temannya, Herlita juga membantu mengambil foto yang acapkali diminta orang-orang yang ingin berfoto dengan kedua replika robot itu. Herlita baru berusia 18 tahun. Tubuhnya kurus, berkulit putih, tidak terlalu tinggi, dan dengan rambut terikat ke belakang.

Ferian Aldini adalah sosok orang dibalik kostum replika robot berbentuk karakter film terkenal dunia Transformers. Tugasnya memang hanya berdiri mengenakan karakter robot Bumblebee, mobil yang berbentuk robot berwarna kuning, tetapi mengenakan karakter ini yang paling sulit. Robot yang kira-kira tingginya lebih dari satu meter itu yang terbuat dari busa ati cukup tebal. Ferian harus menaikki enggrang di dalamnya, dengan menaikki enggrang Ferian akan menyamai tinggi tubuhnya agar dapat sesuai mengenakan karakter Bumblebee tersebut. Berdiri dengan enggrang dan mengenakan kostum yang cukup berat memang terlihat sangat kaku, tetapi ia tetap bisa menggerakkan kaki untuk berjalan dan mengerakkan tangannya ke atas dan ke bawah. Menaikki enggrang Ferian juga tidak langsung bisa, sebelumnya ia berlatih jatuh bangun agar bisa mengenakan kostum karakter Bumblebee itu. Ferian orang yang cukup ramah, ia selalu menyapa orang-orang yang ingin berfoto bersamanya dan mengikuti gaya apa yang diinginkan orang, tapi itu juga harus tetap sesuai dengan kemampuan dia bergerak dengan kostum itu.

Satu lagi replika robot berbentuk karakter film terkenal dunia Star Wars kali ini karakter Strom Trooper yang dikenakan Wawan. Kostum yang Wawan kenakan tidak sesulit milik Ferian karena kostum ini berupa pakaian Strom Trooper berwarna putih dan hanya tambahan topeng dengan tongkat yang dipegangnya. Ia lebih bebas mengekspresikan gerak tubuhnya. Bahkan setiap orang meminta gaya berfoto seperti apa ia bisa menyesuaikan. Wawan juga orang yang cukup ramah, ia juga sedikit menggoda orang yang takut dengan rupa kostumnya.
Saat itu tepat di depan gedung Kempinski yang menjulang tinggi mereka bertiga siap menampilkan karakter Bumblebee dan Storm Trooper. Ferian dan Wawan sudah berdiri untuk menampilkan karakter itu agar banyak orang yang tertarik untuk berfoto, tentunya di depan mereka masing-masing sudah ada kotak untuk uang. Jadi, setelah orang-orang yang berminat untuk berfoto bisa memasukkan uang ke dalam kotak itu dengan sukarela. Herlita yang tidak mengenakan kostum robot hanya duduk dengan bangku berwarna hijau, ia hanya menunggu, menjaga barang, dan mengawasi kedua temannya.
Mereka bertiga naik mobil online yang dipesan dari Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk mengantarkan mereka sampai ke Duku Atas. Di Duku Atas salah satu karakter Film terkenal dunia Iron Man diturunkan. Sisanya Bumblebee dan Storm Trooper dapat bagian di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka berangkat sehabis salat subuh, syukurlah hujan yang mengguyur Jakarta dengan cukup derasnya waktu itu mereka masih berada di dalam mobil masih dalam perjalanan. Sebelum sampai depan gedung Kempinski kedua laki-laki itu mengenakan terlebih dahulu kostum Bumblebee dan Strom Trooper. Cukup dingin udara pagi itu, tetapi matahari mulai muncul dan sedikit mengeringkan jalan yang basah terguyur hujan sebelumnya.

Mulai pukul 05:30 WIB mereka bekerja menampilkan Bumblebee dan Storm Trooper di sinilah persaingan Bumblebee dan Storm Trooper dimulai. Walaupun meraka satu tim, tetapi dalam menarik minat orang untuk berfoto mereka adalah saingan. Mempunyai kotak uang masing-masing memudahkan orang-orang memilih berfoto dengan yang karakter yang disukai. Panas dan berkeringat mengenakan kostum tersebut dirasakan mereka, rasa pegal karena terlalu lama berdiri pun tidak dapat dipungkiri. Jika mereka sudah mulai merasa letih, mereka istirahat sebentar biasanya mereka manfaatkan untuk minum air, tetapi untuk Bumblebee jika ingin beristirahat harus pelan-pelan karena bentuk kostum yang kaku dan keras.
Beberapa jam berlalu sangat jelas terlihat Bumblebee adalah pemenangnya karena lebih banyak orang yang berminat untuk berfoto dengan Bumblebee. Jika ada orang-orang yang ingin berfoto dengan mereka berdua tidak diizinkan karena sudah tugas masing-masing. Kerangka kostum Bumblebee sering sekali terlepas pada bagian lengannya, saat itulah Herlita bertugas untuk membantu membenarkan. Herlita sangat sibuk menerima telepon orang yang ingin bertemu untuk menyewa kostum karakter yang sudah dibawanya.
Kostum karakter Bumblebee yang paling besar resiko kerusakkannya, kerusakkannya terjadi salah satunya karena kejailan anak-anak dan terjatuh. Banyak perbaikan jika menggunakan kostum Bumblebee dan jika terjadi kerusakan pada kostum orang yang memakainya lah yamg memperbaikinya. Jadi, jika kostum Bumblebee rusak Ferian lah yang harus memperbaiki menggunakan uangnya sendiri.
Memang belum terbentuk sebuah komunitas secara resmi, tetapi sudah banyak anak-anak sekolah dan pekerja yang meluangkan waktu sabtu dan minggu dengan berminat untuk bergabung sejak bulan februari tahun ini. Semua ide kreatif ini memang dari Heri Hidayat sang Ayah Herlita lah yang mempunyai ide untuk menampilkan karakter film agar menghasilkan uang. Seorang seniman sejak 1990 yang biasa membuat lukisan meminta anak perempuan sulungnya agar mengajak teman-temannya yang mau ikut menambah uang jajan dari bekerja mengenakan kostum karakter film.
Pendapatan sehari di Car Free day Bundaran Hotel Indonesia ini sehari bisa menghasilkan sekitar Rp600 ribu untuk robot seperti Bumblebee, dari penghasilan Bumblebee ia pasti menang dari robot biasa layaknya Storm Troofer yang menghasilkan kurang lebih Rp300 ribu. Walaupun berbeda-beda hasil pendapatannya setelah usai pukul 10:00 WIB Pembagian pendapatan 60% untuk kru yang memainkan di lapangan dan 40% untuk pemilik kostum. Hari itu juga pembagian uang dibagi rata.
Selain di Car Free Day setiap minggunya mereka juga menampilkan karakter film ini di Ancol, Jakarta Utara setiap hari sabtu dan minggu. Jadi, setelah dari CFD sebagian ada yang langsung ke Kota Tua dan sebagian lagi ke Ancol. Di Ancol sehari pendapatan sekitar Rp1 juta, dan ada belasan karakter film yang disebar di sana. Bukan hanya di tempat-tempat itu saja mereka juga menerima panggilan jika ada acara-acara yang menginginkan tampilan karakter film. Penyewaan tempat di Ancol tidak seperti di CFD yang gratis, di Ancol harus bayar sewa sekitar Rp12 juta per tahun.
Penyewaan kostum karakter bisa dibandrol sekitar Rp5 juta per harinya cukup besar harga yang ditawarkan, tetapi semua ini juga sebanding dengan biaya pembuatan yang juga berjuta-juta belum lagi nanti setelah penyewaan ada kerusakan.
Demi membantu orang tua dan mendapatkan uang dari pekerjaan yang halal. Tidak memikirkan rasa malu atau rasa takut sedikitpun yang mereka rasakan. Bersama teman-teman mencari uang disela-sela waktu libur sekolah membawa kebahagiaan sendiri dalam diri mereka. Kebanggaan tersendiri juga karena jarang sekali anak-anak yang mau bekerja terlebih ini di Jakarta, anak-anak seusia mereka biasnya lebih baik berpergian bersama teman di waktu libur sekolah dari pada harus bekerja. Dari sisi inilah kita semua bisa belajar dari mereka. Mengambil sisi positif untuk kehidupan dari usaha yang mereka lakukan karena tanpa kerja keras tak ada yang tumbuh kecuali ilalang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAHABAT

SAHABAT Dulu kita seperti menara Jauh, tak rasakan apa-apa Sekarang kita seperti udara Dekat, tak ada keterbatasan Pertem...